Minggu, 20 Januari 2013

JODOH SULIT DI TEBAK,,

Kadang ingin jodoh kita adalah satu daerah supaya Nikahannya ga sulit,gak jauh dari sanak keluarga,kalau rindu orang tua tinggal bebeberapa menit nyampe....

eeh ,,ternyata jodoh berkata lain dapetnya orang jauh bahkan pinggiran pojok sendiri..
Itulah jodoh sulit di tebak.

Kadang kita menginginkan jodoh jauh biar bisa mudik ,kalau salah satu keluarga ada masalah tak terdengar di telinga besan,nyari kenalan orang jauh jauh...

ehh ,,ternyata jodohnya Tetangga sendiri .Itulah jodoh yang sulit di tebak.

Kadang kita berjodoh dengan orang yang sejalan.

Kadang kita berjodoh dengan orang yang berbalik arah.

Kadang kita inginkan jodoh biasa ternyata Allah ngasih luar biasa.

Kadang kita inginkan jodoh luar biasa ternyata Allah ngasih standart.

Kadang kita inginkan jodoh seperti A tapi ternyata Allah ngasih jauh dari kreteria A.

Kadang kita inginkan jodoh orang yang kita cinta tapi Allah ngasih jodoh orang yang kita benci.

Seperti Apapun jodoh yang nanti kita dapat Percayalah dialah salah satu Insan terbaik dari yang terbaik yang ada di dunia ini yang di berikan Allah untukmu..

Tetap bersyukurlah,,
jika dia tidak sempurna kerana kesempurnaan akan tercipta setelah kalian bersatu.

... DUHAI AKHI KU TUNGGU PINANGANMU ...

Akhi… Tak Ingin Kami Termangu Dalam Penantian Panjang, Hanya Menunggu Engkau Untuk Menjemput Kami. Kadangkala Kami Menangis Tersedu,Mengingat Usia Yang Kian Mendekati Masa Di Mana Pesona Kian Memudar. Kami Takut Bila Engkau Tak Besegera, Kami Tak Mampu Menahan Waktu Atas-Nya. Maka Datangilah Waliku Akhi… Ku Tunggu Pinanganmu.

Akhi… Jangan Engkau Puja Puji Kami Bila Pujianmu Hanyalah Janji-Janji Yang Tak Menentu. Hanya Membuatku Terlena Dan Terbuai Hingga Kami Lupa Bahwa Kita Sedang Bermaksiat. Kau Puji Diriku,Tapi Kau Hanya Ingin Membuatku Tersenyum Dan Makin Terbuai Rayuanmu. Tidak… Tidak Akhi, Kami Ingin Kau Puji Setelah Kau Halal Bagiku. Maka Datangilah Waliku Akhi. Ku Tunggu Pinanganmu… Akhi…

Akhi… Tak Akan Kami Langgar Iffah Ku Dengan Ajakan Khalwat Dari Mu. Engkaupun Sebenarnya Tau, Hal Itu Hanya Akan Menimbulkan Badai Kelabu Yang Membuat Kita Tak Berdaya Karna Pihak Ketiga Yang Tak Lain Syaitan Yang Ada Di Dekat Kita. Maka Datangilah Waliku Akhi… Ku Tunggu Pinanganmu.

Akhi… Jagalah Sikapmu Pada Kami, Maka Akan Kami Jaga Sikapku Padamu, Kami Lemah Akan Sanjunganmu. Kecintaan Ini Ingin Kami Persembahkan Kelak Untuk Suami, Cinta Nan Kasih Ini Yang Akan Kami Tuai Untuk Mencari Ke Ridhaaan Suami Kelak. Jadi Bagaimana Mungkin Kami Mencinta Pada Hal Yang Tidak Halal Bagi Kami, Tentu Allah Tak Akan Pernah Ridha Pada Kami. Maka Datangilah Waliku Akhi… Ku Tunggu Pinanganmu.

Akhi… Jilbabku Untuk Melindungi Kehormatan Kami, Santun Kami Untuk Menjaga Iffah. Jangan Kau Lenakan Kami Agar Kami Lepas Kehormatan Di Hadapanmu Sebelum Engkau Halal Bagi Kami. Kami Ingin Engkau Ikut Menjaga Kehormatan Kami Dengan Menjaga Kami, Bukan Malah Membawa Pada Kenistaan. Agar Kau Mampu Menjaga Kami Secara Utuh. Maka, Datangilah Waliku Akhi… Ku Tunggu Pinanganmu.

Akhi… Kami Memang Tak Sesempurna Aisyah Dalam Kecerdasannya Ataupun Fatimah Dengan Kelembutannya. Tapi Kami Akan Berusaha Cerdas Layaknya Aisyah Dalam Naunganmu Dan Kami Akan Berusaha Selembut Fatimah Dalam Menenangkanmu. Maka Datangilah Waliku Akhi… Ku Tunggu Pinanganmu.

Akhi…
Kau Memang Tak Sehebat Ali Ataupun Sekuat Umar, Tapi Kau Akan Menjadi Hebat Layaknya Ali Ketika Kau Menjaga Kami Dalam Kelemahan Kami Dan Kau Akan Sekuat Umar Agar Kami Tidak Selalu Menjadi Tulang Yang Bengkok.
Kami Butuh Imam Yang Bisa Menjaga Keimanan, Bukan Yang Mebawa Kami Pada Jurang Maksiat. Maka Datangilah Waliku Akhi… Ku Tunggu Pinanganmu.

Sungguh, Kami Memang Tidak Mampu Menahan Kala Kami Jatuh Hati, Tapi Kami Tak Akan Menunjukkan Pesona Kami Hanya Kerana Cinta Yang Menuntut Nafsu Pada Keramahan Syaitan Pada Kami.
Bukanlah Jatuh Cinta Bila Kau Ajak Kami Pada Kemaksiatan.
Bila Kau Memang Jatuh Cinta Pada Kami, Jangan Kau Bebankan Deritamu Pada Hati Yang Akan Menuntutmu Untuk Berbuat Nista. Izinkan Kami Menjaga Hatimu, Agar Kita Bisa Menjelang Bersama Jannah-Nya.

Maka Datangilah Waliku Akhi… Ku Tunggu Pinanganmu. “Jika Engkau Memiliki Cinta Dan Telah Terdorong Dengan Kerinduan Maka Anggaplah Jarak Perjalanan Itu Dekat Kerana Kecintaan Dan Kerelaanmu Pada Penyeru Ketika Mereka Menyeru..!!

Maka Katakanlah, Kami Penuhi Panggilanmu. Seribu Kali Dengan Sempurna Janganlah Kau Berpaling Hanya Kerana Melihat Gerimis Jika Engkau Melihatnya “(Fii Zilalil Mahabbah)”.

. INGIN JADI ORANG HEBAT? .. PRAKTEKKAN CARA MELATIH OTAK KANAN INI!! ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Mengapa cara melatih otak kanan, akhir akhir ini begitu menjamur di sebagian masyarakat? Yah memang, akhir-akhir ini begitu banyak informasi dan mitos yang berkembang di masyarakat tentang otak kanan dan otak kiri.

Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan otak kanan dan otak kiri dapat penulis ilustrasikan sebagai berikut : prinsip kerja otak kanan adalah selalu dinamis, bagian ini paling suka dengan tantangan dan perubahan, tidak terduga, spontan dan berubah-ubah berbeda dengan prinsip kerja otak kiri yang lebih terukur dan terencana, lebih matematis lebih detail atau lebih singkatnya : otak kiri lebih suka melakukan hal-hal yang sama dengan cara yang sama, hal ini tentunya sangat bertentangan dengan otak kanan yang sangat suka dengan perubahan dan tantangan.

Perbedaan ilustrasi antara otak kiri dan otak kanan dapat kita lihat pada dua profesi yang berbeda yaitu karyawan dan pengusaha. Karyawan adalah profesi yang lebih mengandalkan keahlian teknis yang detail, nyaman dengan zona aman, butuh fokus, kurang suka perubahan dan tantangan.

Berbeda dengan profesi pengusaha yang selalu dinamis dengan perubahan, kurang menguasai hal-hal teknis, tidak terlalu fokus pada hal-hal detail. Karyawan adalah interprestasi otak kiri sedangkan Pengusaha adalah interprestasi otak kanan.

Dengan prinsip kerja demikian, banyak sekali orang yang berusaha menguasai cara melatih otak kanan untuk lebih mempertajam otak kanan nya.

Cara melatih otak kanan : mengasah kreatifitas ...

Cara melatih otak kanan yang paling praktis dan mudah adalah dengan mengasah kreatifitas. Cara ini dapat diterapkan dengan melakukan aktifitas yang menonjolkan sisi kreatifitas seperti menulis, membuat puisi, menggambar, desain baju, fotografi dan aktifitas lain yang membutuhkan kreatifitas.

Kegiatan-kegiatan tersebut adalah makanan otak kanan karena membutuhkan ide-ide segar dan kemampuan mengesplor aktualisasi diri. Dengan terus mengasah kreatifitas otomatis akan mengasah otak kanan kita.

Cara melatih otak kanan : melakukan hal yang disukai atau hobi ...

Suatu cara melatih otak kanan lainnya yang sangat praktis adalah dengan melakukan hal yang kita sukai atau hobi kita. Secara tidak sadar ketika kita melakukan hobi maka tidak akan pernah terjadi kebosanan pada diri kita. Kita akan senang dan sukarela melakukannya walaupun banyak sekali tantangan dan bahkan beaya yang kita keluarkan.

Demi hobi bahkan orang rela mengorbankan sebagian waktu untuk menekuninya. Hobi ini sangat potensial melatih otak kanan karena sangat berkaitan erat dengan kreatifitas.

Dengan menekuni hobi, biasanya hidup kita akan bertambah semangat dan ada spirit baru. Contoh hobi yang dapat mengasah otak kanan : mendaki gunung, memancing, bermain game online, jogging dan lain sebagainya.

Cara melatih otak kanan dengan humor ...

Dapat kita lihat di sekitar kita orang-orang yang selalu ceria adalah orang yang suku humor dan becanda. Orang yang kuat otak kanannya selalu berfikir kedepan, menggali ide-ide baru dan menyukai tantangan.

Kadang jika sedang merasakan suatu kebosanan atau sedang dihadapi tantangan yang cukup berat, maka untuk sekedar menjaga spirit, humor adalah pelampiasan orang-orang yang kuat otak kanannya.

Guyonan segar dan humor dapat membuat kita rileks sebentar dari rutinitas yang cukup melelahkan. Berbeda dengan otak kiri yang sering mengeluh jika menghadapai masalah maka humor adalah cara cerdas orang-orang kanan untuk melampiaskan kebosanan dan menjaga spirit dalam hidupnya.

Cara melatih otak kanan dengan musik ...

Musik adalah indah dan sarat dengan seni. Musik menjadi aktualisasi dari ungkapan perasaan yang sukar diungkapkan dengan kata-kata dan hanya bisa diungkapkan melalui lirik-lirik lagu. Orang dengan otak kanan yang kuat sangat suka menikmati keindahan musik.

Musik adalah makanan orang-orang kanan, tentu saja adalah musik yang selalu menggelorakan semangat dan penuh ide-ide brilian bukan musik yang mendayu-dayu dan lirik-lirik lagu mellow yang sangat menyayat hati.

Bisa kita lihat para pemain musik seperti penyanyi dan pencipta lagu adalah orang yang kuat otak kanan nya ..

Cara Melatih Otak KANAN Dengan Al-Quran ...

Bila kita membaca ayat-ayat suci Al-Quran, maka kedudukan tulisan berbeda dengan tulisan latin biasa. Posisi yang saling bertolak belakang.

Bila tulisan latin bermula dari sebelah kiri menuju sebelah kanan, kalau tulisan Al-Quran bermula dari sebelah kanan menuju sebelah kiri.

Memang kalau kita amati, semua amalan ibadah agama bermula dari kanan. Ternyata hal itu dapat dijadikan terapi otak kita, iaitu melatih kemampuan otak kanan.

Sebelumnya ada baiknya kita ketahui dulu karakter yang dimiliki dua jenis otak ini.

Fungsi otak kanan adalah divergen, analogi, kukuh, imaginatif, asosiatif, intuitif, majmuk, holistik, subjektif, serentak, fleksibel, kreatif, visual, carian pola. Sedangkan fungsi otak kiri adalah konvergen, digital, abstrak, proporsional, analitik, linier, sekuensial, analitik, objektif, satu-satu, kaku, matematikal, verbal, pengguna pola.

Si otak kanan berkarakter humoris, simple, menyenangkan, boros, lebih percaya intuisi, berantakan-kacau, idea = ekspresi diri, lebih memilih perasaan sebagai penyelesaian masalah, suka bertualang, bermimpi besar, tukang sorak, "pelanggar peraturan", spontan.

Si otak kiri berkarakter serius, rumit, membosankan, hemat, lebih percayai fakta, rapi-terancang, idea = keuntungan, lebih memilih keilmuan, hati-hati, berpengetahuan am, penyokong diam, pembuat Peraturan, konservatif, mudah ditebak.

Selama ini kebanyakan kita terbiasa menggunakan otak kanan dalam segala kegiatan, padahal yang diinginkan adalah keseimbangan antara dua otak tersebut. Maka kita perlu mengadakan perubahan kecil dengan merubah pola itu.

Bagaimana Melatih Otak Kanan ..?

Purdie Chandra, "Yang saya alami sendiri, iaitu melakukan zikir dalam hati. Zikir dalam hati boleh dilakukan kapan saja dan dimana saja. Cara lain iaitu dengan melakukan solat malam, atau Tahajud, dan solat minta petunjuk atau Istikharah. Puasa juga akan mencerdaskan otak kanan.

Membaca Al-Quran. Kalau kita membaca Al-Quran, dari kanan ke kiri, ini melatih otak kanan.

(tulisan ini adalah gabungan dua artikel)

Wallahu’alam bishshawab, ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

Sabtu, 27 Oktober 2012

HUKUM MENIKAH DENGAN PEZINA


Secara umum Al-Qur’an menjelaskan bahwa pezina tidak menikahi kecuali dengan pezina pula atau orang musyrik, dan diharamkan bagi orang beriman menikahi atau dinikahi mereka. Hal ini digambarkan oleh Allah swt dalam firmannya:

 “Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina, atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu'min”. (QS. 24:3)

Jadi tidak halal bagi seorang mu’min laki-laki maupun wanita menikah dengan pezina. Pendapat ini merupakan pendapat Imam Ahmad, Ibnu Hazm, dan dirajihkan oleh Imam ibnu Taimiyah dan Imam Ibnul Qayyim. Sedangkan Jumhur Ulama berpendapat bahwa ayat tersebut bukan menunjukkan pengharaman menikah dengan pezina tetapi sekedar celaan terhadap perbuatan tersebut. Jumhur ulama berhujah dengan hadits: “Sesungguhnya seorang lelaki berkata kepada Nabi saw tentang istrinya: ‘Sungguh istri saya tidak menolak tangan laki-laki yang menyentuhnya (artinya berzina). Lalu Nabi saw berkata: ‘Ceraikan istrimu’, kemudian lelaki itu menjawab: ‘Sesungguhnya aku masih mencintainya Ya Rasul. Rasul berkata: ‘Kalau begitu pertahankan dia (tetap jadi istrimu)”.

Imam Ahmad  mengatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits munkar dan Imam Ibnul Jauzi memasukkannya ke dalam hadits-hadits  lemah. Demikian pula Abu Ubaid menyatakan bahwa hadits tersebut bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah yang masyhur (Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq: 2/233).

Namun, para ulama sepakat apabila orang yang pernah berzina, menyesali dosa-dosanya dan bertaubat dengan taubat nashuha, serta bersumpah untuk tidak akan pernah terjatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya, maka orang seperti ini tidak bisa disamakan dengan pezina dan insya Allah dosanya diampuni Allah. Predikat \'pezina\' hanya disandang oleh orang yang masih aktif melakukannya. Sedangkan orang yang pernah sekali tercebur dalam dosa itu, tidak disebut dengan predikat itu. Allah swt berfirman:

“Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya). (Yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Furqan: 68-70)

Baginda Nabi saw bersabda pernah bersabda: “Orang yang bertaubat dari dosanya seperti orang yang tidak pernah berdosa” (Al-Mughni 6/603). Selanjutnya mereka dianggap sebagai orang baik-baik (Thayyib/thayyibah).

Jadi laki-laki yang pernah berzina lalu bertaubat boleh menikah dengan wanita baik-baik, sebaliknya wanita yang pernah berzina kemudian bertaubatpun boleh menikah dengan laki-laki baik-baik. Demikian pula laki-laki yang pernah berzina kemudian bertaubat boleh menikah dengan wanita yang pernah berzina lalu bertaubat (pendapat Jumhur Ulama) (Al-Fiqhul Islami wa Adilatuha, DR. Wahbah Az-Zuhaili: 7/149; Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq: 2/231-234) sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nur: 26: “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)...”.

Ulama sepakat yang  dimaksud ‘yang keji’ disini adalah ‘pezina’ karena berkaitan dengan kisah Aisyah ra dengan Shafwan bin Mu’attal yang dituduh berbuat keji sampai kemudian Allah swt sendiri membatalkan tuduhan keji tsb dalam Al-Qur’an dan menjelaskan bahwa Aisyah ra adalah wanita baik-baik yang diperuntukan untuk laki-laki baik-baik bahkan yang terbaik yaitu Rasulullah saw.

Ibnu Abbas pernah ditanya oleh seorang lelaki: “Aku sungguh suka kepada seorang wanita, lalu aku melakukan sesuatu yang diharamkan Allah swt (berzina), kemudian Allah membukakan pintu taubat untukku, dan aku ingin menikahi wanita itu”. Orang-orang mengatakan: ‘Sesungguhnya pezina tidak menikahi kecuali pezina atau orang musyrik’. Ibnu Abbas lalu berkata: “Hal itu tidak relevan untuk orang ini, lalu berkata: ‘Nikahi wanita itu, nanti kalau hal itu berdosa maka dosanya akan aku tanggung’ (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim). Ibnu Umar juga pernah ditanya oleh seorang lelaki yang berbuat mesum dengan seorang wanita...apakah aku boleh menikahinya? Beliau berkata: “Ya apabila kalian berdua bertaubat dan melakukan kebajikan”.
Wallahu a’lam bi ash-Showab


Oleh Kardita Kintabuwana, Lc, MA

Dewan Syariah Rumah Zakat Indonesia

Sabtu, 06 Oktober 2012

GORESAN HATI SEORANG HAMBA ! (RENUNGAN)


~**Renungan Hikmah Hati Seorang Hamba**~

Aku tak tahu lagi berapa banyak khilaf yang aku lakukan betapa banyak dosa yang aku kerjakan mulai mendekati akan sesuatu yang Engkau larang sampai kepada meninggalkan yang Engkau perintahkan

Aku sudah tak tahu lagi berapa rezeki yang aku dapatkan betapa banyak orang miskin yang aku terlantarkan.
aku sudah tak mampu menghitung lagi berapa banyak aku melakukan sesuatu yang sia-sia.

Betapa banyak aku menggunakan waktu yang tak ada gunanya sejak membuka mata memulai aktivitas dunia
sampai kembali ke tempat tidur mengistirahatkan tubuh yang bekerja tak kenal lelah.

Ya ALLAH,
Engkau perintahkan agar manusia berbuat kebajikan tanpa banyak mengharap balasan tetapi aku berbuat demi imbalan
Engkau ciptakan surga buat kekasih-Mu tetapi aku berusaha meraihnya tanpa peduli pada-Mu ampuni dosaku Ya Aziz, Engkaulah Dzat Yang Maha Perkasa Ya Ghafuur, Engkaulah Dzat Yang Maha Pengampun Ya Affuw, Engkaulah Dzat Yang Maha Pemaaf segala kesalahan ampuni dosa, khilaf, dan salahku semuanya ampuni dosa, khilaf, dan salah saudaraku sedunia ampuni dosa, khilaf, dan salah orang tuaku tercinta yang melahirkan, membesarkan, mengasihi, dan menyayangi sejak kecil hingga dewasa Rabbi, tak sesuatu pun yang mampu menolongku kecuali kasih sayang-Mu semata hanya ampunan-Mu yang aku harapkan hanya maaf-Mu yang aku nantikan hanya ridho-Mu yang akan membuat kuterselamatkan Yaa Hayyu, Yaa Qayyuum.

Aku hanyalah sebutir pasir di padang tak berbatas setitik air di samudra yang luas tak mampu aku hidup sendiri tanpa Engkau disisiku tak akan sanggup aku hidup sendiri tanpa bersama-Mu Wahai Dzat Yang Maha Hidup Yang Maha Berdiri Sendiri, ….laa ilaaha illaa anta….

ALLAH Menjawab, “Wahai anak adam, sesungguhnya jika kamu berdoa kepada-Ku dan mengharapkan Aku maka Aku mengampunimu, dan Aku tidak peduli atas apa yang ada padamu. Wahai anak adam, sekalipun dosa-dosamu mencapai setinggi langit kemudian kamu mau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu. Wahai anak adam, sekalipun kamu datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi kemudian kamu menemui-Ku tanpa mempersekutukan Aku dengan sesuatu apapun, niscaya Aku akan menemuimu dengan membawa ampunan sepenuh bumi” (HR. At Tirmidzi)

Semoga dapat bermanfaat , Salam ukhuwah islamiyah fillah :-)
~ lintasan hati ~
♥ღ ♥ ♥_TAKE HIKMAH_♥♥♥♥

Sabtu, 22 September 2012

Matematika Al-Qur'an

Tariq Al Swaidan menemukan beberapa ayat di dalam Al Qur'an menyebutkan sesuatu yang sepadan dengan sesuatu yang lain, misal laki-laki sama dengan perempuan. Walaupun masuk akal secara gramatikal, faktanya kata LAKI-LAKI disebutkan 24 KALI dan kata PEREMPUAN/WANITA juga disebutkan 24 KALI, sehingga persamaannya tidak hanya bentuk gramatikal tapi juga bent
uk matematikalnya (24=24).

Kata DUNIA 115 Kali = kata AKHIRAT 115 Kali
Malaikat 88 = Setan 88
Hidup 145 = Mati 145
Laki-laki 24 = Perempuan/wanita 24
Manfaat 50 = Korup 50
Musibah 75 = Bersyukur 75 …..Subhanallah !

Dan yang juga mengagumkan adalah berapa kali kata-kata berikut disebutkan:
Shalat ada 5,
Bulan ada 12,
Hari ada 365 …...Allahu Akbar !

Manusia/umat 50 = Penyampai (rasul) 50
Iblis 11 = Menghindari (perbuatan) iblis 11
Shodaqah 73 = Kepuasan/pahala 73
Orang yg tersesat 17 = Orang mati 17
Muslimin 41 = Jihad 41
Emas 8 = Kemudahan hidup 8
Tipu muslihat /Sihir 60 = Fitnah 60
Zakat 32 = Barokah 32
Akal 49 = Nur/cahaya 49
Bicara di depan publik 18 = Mempublikasikan 18
Ketekunan 114 = Sabar 114
Muhammad 4 = Syariah 4
…..dan masih banyak lagi.

Laut 32 dan Daratan 13
Kita hitung secara matematika:
Laut + Daratan = 32 + 13= 45
Laut = 32 / 45 X 100 = 71.11%
Daratan = 13 / 45 X 100 = 28.89%
Ilmu pengetahuan modern telah membuktikan bahwa permukaan bumi terdiri dari,
71.11% air dan 28.89% daratan ……Ruaarr biazzaa !

Apakah hal ini sebuah kebetulan?
Pertanyaannya adalah Siapa yang mengajari Nabi Muhammad SAW tentang semua ini?
Tentu saja ALLAH SWT yang mengajarkan hal ini pada beliau.

Subhanallah, Maha Suci Engkau dengan segala Firman-Mu.

Minggu, 16 September 2012

Ayo Dibaca

Cepat baca, Info terbaru...
Kami masih ingat keadaan di awal sebelum liqo’. Di mana di masa itu, kami hanya memikirkan nasib masa depan kami. Jarang- dan bahkan tidak pernah terlintas sedikit pun kami memikirkan nasib saudara-saudara kami. Dalam tulisan di buku impian kami, hanya tergores impian-impian memajukan nasib pribadi dan keluarga terdekat dan orientasinya lebih besar tentang kesuksesan dunia (jadi pengusaha sukses, selama kuliah dapat IPK tinggi dan tamat cum laude, orang terkaya di wilayah/kampung, s2 dan s3 di luar negri… sekitar-sekitar itu). Apakah engkau juga merasakan apa yang kami rasakan?
Namun, ketika dalam dekapan liqo’? Bagaimana kondisi hati dan pikiran kami? Apakah kami tetap memikirkan pribadi saja? Tentu, jawabannya tidak! Kami telah berubah. Kami memikirkan keadaan umat dan saudara-saudara kami. Orientasi kami tidak hanya lingkungan pribadi dan keluarga, namun juga lingkungan masyarakat, wilayah, negara bahkan memikirkan umat Islam se-dunia. Subhanallah. Cita-cita tertinggi kami tidak hanya berkisar urusan duniawi, sukses kefanaan saja, namun adalah jihad fisabilillah dan sukses di Akhirat. Aamiin.
Sebelum kami bergabung di liqo’, terlintas di pikiran bahwa menghafal 30 juz Al-Quran yang terdiri dari 6.000-an ayat SANGAT SULIT!!! Sehingga tak ada semangat untuk berusaha menghafalnya. Bagaimana denganmu? Apakah sama dengan yang kami rasakan? Nah, bagaimana keadaan kami setelah liqo’? Apakah masih menemukan kesulitan? Jawabannya seringkali kami dapatkan begini: menghafalnya tidak sulit, namun mempertahankan hafalan Al-Quran butuh keistiqamahan… yup begitulah! Di liqo’ kami di ajarkan tentang arti keistiqamahan. Jikala iman sedang menurun, maka terlihat kawan-kawan selingkaran yang sedang semangat imannya, maka kami ikutan naik dan bersemangat.
Pertanyaan kami: apakah anti/antunna merasakan itu semua?

Ketika liqo’ menjadi prioritas utama dari setiap aktivitas, berarti seseorang telah menyadari pentingnya liqo’. Pemahaman dan pentingnya liqo’ pun akan terus berkembang seiring perjalanannya dalam tarbiyah. Tidak menutup kemungkinan setiap orang mengalami degradasi dalam liqo’nya. Ada yang pindah kelompok, ganti murabbi, pindah wilayah atau semacamnya. Namun, pada akhirnya pengaruh liqo’ dalam kehidupan seseorang bergantung pada pemahaman dan caranya menghidupkan liqo’.
Setiap orang akan membandingkan liqo’ saat bersama sejumlah A dengan sejumlah B. Yang perlu diingat adalah bahwa perbandingan itu haruslah menjadi evaluasi cara menghidupkan liqo’. Bukan menjadi kritikan yang malah menurunkan semangat diri untuk hadir dalam liqo’. Seringkali terkonsep bahwa menghidupkan liqo’ adalah tanggung jawab murabbi. Padahal binaan atau mutarabbi pun turut andil dalam menghidupkan liqo’. Inilah yang seharusnya dipikirkan oleh setiap orang yang menyadari pentingnya liqo’.
Jika seseorang mengharapkan dengan liqo’nya dapat meningkatkan kualitas ruhnya maka hal yang pertama harus dilakukan adalah mengisi amunisi ruhiyah sebelum liqo’. Karena akan sulit bagi seseorang menerima kekuatan ruhiyah yang luar biasa jika ruhiyah nya kosong. Bayangkan saja ruh yang sedang galau karena kurang tilawah, tidak ada qiyamul lail, tidak ada saum, tidak ada amalan pribadi, pikiran semrawut karena banyak beban yang harus ditanggung, bagaimana mungkin keadaan seperti itu bisa terkondisikan untuk menangkap ruhiyah yang luar biasa.
Pada intinya pertanyaan mengenai sudahkah kita liqo’, bukan saja mengenai kehadiran kita dalam liqo’ tetapi juga terkait bagaimana menghidupkan liqo’, baik di dalam maupun di luar liqo’. Tidak perlu mengandalkan murabbi untuk menghidupkan liqo’ karena kita pun bisa turut berperan dalam menghidupkannya.
Murabbi adalah seseorang yang patut kita hormati dan kita banggakan, tetapi tidak dengan mengkultuskannya. Jika hanya karena ketidakcocokan dengan murabbi atau teman seliqo’nya seseorang menjadi enggan atau tidak menghadiri liqo’ maka harus dipertanyakan lagi pemahamannya tentang tarbiyah. Wajar jika seseorang yang masih mentoring melakukan hal seperti ini, karena memang pemahamannya masih belum pada kapasitasnya.
Bila ada hal yang tidak disukai atau ketidakcocokan dari murabbi atau teman liqo’ maka hal ini merupakan bagian dari ujian. Ujian apakah bisa bertahan dan tetap berjuang di jalan dakwah ini atau malah mundur ke belakang dari barisan. Dan hal yang perlu dievaluasi dari ketidakcocokan itu adalah apakah disebabkan karena sensitivitas diri atau pandangan subjektif terhadap seseorang.
Jangan sampai ketidakcocokan itu menghalangi kita untuk senantiasa beribadah kepada-Nya. Bukankah dari liqo’ kita bisa merasakan nikmat-Nya dengan menjalin ukhuwah. Bukankah dengan liqo’ kapasitas ilmu kita semakin bertambah. Bukankah dengan liqo’ ada penjagaan diri untuk meminimalisir kekhilafan sebagai manusia. Bukankah dengan liqo’ kita bisa merasakan nikmatnya perjuangan dakwah meski tidak seberat dan sebesar perjuangan Rasulullah. Bukankah dengan liqo’ kita bisa menempa diri untuk mempersiapkan kehidupan. Bukankah dengan liqo’ kita bisa menyusun kehidupan akhirat yang semoga bisa lebih indah. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.